22 September 2015

ZODIAC #7 JELAJAH SUMBERBOTO, WONOSALAM - JOMBANG

Setelah pelaksanaan Zodiac #6 Taman Nasional Baluran pada 1 – 3 Mei 2015 yang lalu maka kini giliran kota Jombang yang sekaligus Markaz DPP BMC menjadi Tuan Rumah pelaksanaan Zodiac #7, tahun ini memang menjadi berkah tersendiri bagi kota Jombang karena pada Awal Agustus 2015 lalu telah menjadi Tuan rumah Muktamar salah satu Ormas terbesar di tanah air (NU) dan dilanjut pada Pertengahan September 2015  ini sekaligus juga menjadi Tuan Rumah Perhelatan Pecinta Sepeda Gunung genre XC dan AM yaitu Zodiac #7, kenapa disebut Zodiac kami juga tidak mengetahui bagaimana ceritanya tapi yang jelas pengertian Zodiac adalah (dari kata Yunani Zoodiacos Cyclos yang artinya Lingkaran Hewan) adalah sebuah lingkaran sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika, tetapi istilah ini dapat pula merujuk pada rasi-rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut, yang sekarang berjumlah 13, dipercaya awal mula konsep ini berasal dari peradaban Lembah Sungai Eufrat  kemungkinan hanya dengan 6 rasi  :  Capricornus, Pisces, Taurus, Cancer, Virgo, dan Scorpio, yang kemudian dipecah menjadi 12 karena penampakan tahunan 12 kali Bulan Purnama pada bagian-bagian berurutan dari lingkaran sabuk tersebut, lalu apa hubungannya dengan kegiatan bersepeda….?, sebenarnya banyak spekulasi jawaban namun agar lebih jelas dan tidak menduga duga yang bisa menimbulkan fitnah lebih baik tanya sendiri pada yang mBaurekso event….. wkwkwkwkwkwk.



Zodiac #7 dilaksanakan pada 19-20 September 2015 di wilayah Wonosalam dengan mengambil start dan finish di Bumi Perkemahan Sumberboto, jarak yang ditempuh hanya sekitar 28,5 Km  dengan variasi Track onroad dimulai dari titik start hingga 10 Km  pertama dengan tanjakan yang menantang 1 Km sebelum masuk hutan jati dan disambung track 10 Km offroad dominan tanjakan yang kering, panas dan berdebu yang menguras stamina hingga kebanyakan peserta melaluinya dengan “Ider Tempe” tak terkecuali si raja tanjakan BMC, lalu ditutup dengan turunan berdebu berbalut batu kerikil sepanjang 8 Km hingga finish, sebenarnya suhu udara antara jam 06.00 hingga 13.00 berkisar 29 – 32o C namun oleh karena pada bulan ini bertepatan dengan musim kemarau El Nino maka ketika para peserta memasuki lintasan dalam hutan jati, sepanjang mata memandang hanya terlihat view pepohonan yang kering kerontang ditambah deru debu yang beterbangan oleh libasan roda roda MTB di barisan depan.



Event kali ini memang bener bener membikin si raja tanjakan BMC keok dan kena batunya, sepanjang tanjakan hutan jati dia selalu menyesali diri kenapa tadi bisa terpedaya akan rayuan ajakan nyelintung sarapan nasi pecel di Warkal….wkwkwkwkwk




  
Sehingga membuat kampong tengahnya serasa penuh bergejolak padahal hanya makan dengan porsi separuh sahaja dan dadanya serasa sesak tiada bisa leluasa diajak bernafas lebih dalam…., lebih tenang… dan .. tentram (mirip ajaran Pemulihan jiwa Dedy Susanto)   namun penyesalan mendalam tiadalah berguna dikemudian maka seketika bangkit dari Pos I dia bertekad bulat meneruskan perjalanan hingga finish bagaimanapun cara dan keadaan tiada dapat menghalanginya.



Setelah puntjak tanjakan terakhir atau bukit kedua dari Pos I mulailah bisa tersenyum meski agak terasa ketjut karena teriknya paparan cahaya sang surya, turunan offroad dengan obstacle batu kerikil baik yang lepas maupun tertanam di sepanjang lintasan (rock garden) dia libas dengan handling tarian di atas pedal tanpa duduk di sadel sehingga fleksibel dalam bersliyat sliyut menikmati berm belokan kekanan ataupun kekiri dan secara cekatan melakukan drop off pada lubang lubang lintasan yang secara tiba tiba menyapa.




Dua hal yang membanggakan bagi BMC adalah disamping salah satu Bikernya menjadi Bintang Poster di event Zodiac #7 kali ini juga karena salah satu Bikernya lagi masuk garis finish pada urutan ketiga, meskipun dia sempat tersesat dan agak kesulitan handling di turunan karena tebalnya debu dan sepeda yang memang agak sulit menaklukan medan seperti ini, dia bernama Usman yang merupakan anggota baru BMC DPP markaz Bogem, Brovo buat Cak Usman…  semoga prestasi kecil ini bisa memicu untuk berbuat yang lebih besar…… salam.




11 April 2015

BMC GOES TO HARAMAIN (Part 1 Madinah)

Rabu 11 Maret 2015 adalah dimana hari yang sangat kami nantikan, pada hari itu sesuai Technical Meeting yang diselenggarakan oleh Aminah Tour and Travel di Agis Resto pada Ahad, 8 Maret 2015 atau tiga hari sebelumnya telah ditetapkan sebagai hari keberangkatan Jamaah Umroh ke Tanah Suci dengan Tikum Bandara Juanda Terminal 2 International paling lambat 11.00 sedangkan jadwal pesawat take off menuju Tanah Suci direncanakan pada 14.20 WIB.

Sebagai bagian dari Jamaah Umroh kami dari Team BMC, terdiri atas : Moh. Nasir (Ketum), Moh. Subkhan (Anggota DPP), George Sugeng & Istri (DPC Sumur Welut), Nanang Kiswara (DPC Menganti) dan Sukarno Arjo (DPC Gurah) telah stand by di Terminal 2 Juanda sebelum 11.00 dengan diantara Sanak Saudara maupun Orang Tua masing masing, setelah menunggu beberapa waktu untuk pengurusan Bagasi maka sekitar jam 12.00 semua rombongan dipersilahkan masuk untuk proses boarding, lalu kami team BMC melaksanakan Shalat Dhuhur sekaligus Jamak Qashar Taqdim di Juanda setelah itu langsung menuju antrian pemeriksaan keimigrasian.


Setelah proses keimigrasian clear rombongan menuju landasan pacu terminal 2 namun pesawat yang mengantar kami yaitu Flynas tidak terlihat di Apron dan ternyata setiba kami di landasan pacu sudah menunggu Bus Bandara dan kami dipersilahkan masuk setelah itu berangkatlah Bus Bandara memutar disisi samping Landasan Pacu T2, kami sempat tanda tanya di benak masing masing : lho koq tidak langsung menuju Pesawat yang akan mengantar kami ?, mana pesawatnya koq belum terlihat ?... eh ternyata kami semua dibawa Bus Bandara ke Terminal T1 dan pesawatnya ada di Apron T1 yang dulunya khusus untuk International Flight (paling Ujung Timur).

Tepat pada 14.20 WIB Pesawat Boeing 747-400 (quad-jet) Flynas dengan nomor penerbangan XY #907 (LCC Plus) take off dari Landasan Pacu Bandara Juanda, kondisi cuaca saat itu terlihat sederhana dan sesikit berawan kata crew pesawat dengan berdialek Melayu, karena seat occupancy sekitar 80% sehingga di bagian belakang banyak seat yang kosong maka hal ini dimanfaatkan oleh Passangers untuk duduk lebih santai merebahkan diri di tiga seat yang dijadikan satu atau bahkan dipakai untuk tidur/beristirahat guna mempersiapkan physic, maklum penerbangan akan berlangsung cukup lama sekitar 10 sampai 11 jam sampai di Prince Mohammad Bin Abdulaziz Airport Madinah.


Selama perjalanan panjang ini kami memanfaatkannya dengan melamun dan membayangkan dua tempat suci dan kemegahan Masjidnya dibenak masing masing serta beristirahat agar nantinya badan terasa segar dan selalu fit dalam menjalankan ritual di Tanah Suci, untuk urusan menu makanan maka para Passangers mendapatkan makan sebanyak dua kali yaitu Makan Siang dan Makan Malam dengan menu khas Tanah Air dan sempat terbaca dalam kemasan makanan tersebut adalah produksi Garuda Catering Service.

24 Februari 2015

GOWES MINGGAT BMC SERI #3 EDISI BALI SECRET TRACK : PUNCAK PENULISAN – PANTAI TIANYAR (Part 1)

Legenda Bali Secret Track (Gravity Enduro, Puncak Penulisan – Pantai Tianyar) yang sudah tidak asing lagi ditelinga pecinta MTB Indonesia maupun Dunia agaknya menggoda kesabaran adrenaline para anggota BMC, makanya sejak dicanangkannya Gowes Minggat Seri #3 oleh DPP BMC langsung saja Track ini menjadi pilihan yang dominan diantara banyak pilihan Track lainnya, setelah minta pertimbangan dan nasehat dari para Sesepuh dan Pinisepuh, para Normal dan Abnormal dari seantero Jawa Dwipa maka ditetapkanlah pelaksanaan Gowes Minggat Seri #3 pada hari Sabtu 21 Pebruari 2015.

Menurut botjoran inpo –maklum lagi derasnya musim hujan– dari sumber terpercaya di Markaz DPP BMC, penetapan tanggal tersebut didasarkan oleh penomena libur Taon Baru Imlek yang jatuh pada hari Kamis 19 Pebruari 2015 sehingga bisa diprediksi hari Jumat nya akan ditetapkan sebagai Cuti Bersama bagi yang Sabtu adalah hari Libur karena Jumat adalah Harpitnas, dari pada para pegawai mbolos yang resikonya bila ketahuan akan diturunkan jabatannya dan dipotong gajinya maka lebih baek diliburkan sahaja sehingga semuanya akan senang dan gembira, Bawahan senang liburan jadi panjang waktunya dan atasan juga senang dan gembira selain karena waktu libur yang panjang juga tidak repot repot melakukan sidak absensi dan memberlakukan sanksi…….wkwkwkwk.

Setelah melalui proses yang panjang dalam diri tiap anggota BMC dan keluarganya (terutama dg urusan Visa)  –tidak usahlah kita deskripsikan mendetil bagaimana proses yang panjang itu, karena kita semuanya sudah tau sama tau, TST –   maka tersebutlah peserta Gowes Minggat Seri #3 Edisi Bali Secret Track sebanyak  20 Peserta, terdiri atas :
  •          DPP                     :  4 Orang
  •          DPC Akik              :  2 Orang
  •          DPC Menganti       :  1 Orang
  •          DPC Sumur Welut :  1 Orang (Penulis sendiri)
  •          DPC Sidoarjo        :  5 Orang
  •          DPC Lumajang      :  2 Orang
  •          DPC Jakarta          : 3 Orang (termasuk Bali)
  •          DPC Banjarmasin  :  2 Orang

Total                   : 20 Orang

Perjalanan menuju Lokasi Gowes yaitu ke suatu Pulau dimana tempat para Dewata bersemayam, yang konon Pulau ini juga disebut sebagai Kepingan keindahan Nirvanna yang tertinggal di Maya Pada, terbagi menjadi dua cara yaitu ada yang via Jalur Darat bagi yang ngaprettt dan banyak waktu tentunya… wkwkwkkwk  dan sebagian melalui Jalur Udara dengan memanfaatkan ticket murah dari beberapa maskapai penerbangan, konon Garuda pada hari Kamis malam telah membanting harga ticket dibawah Maskapai Low Cost Carrier – tapi ini inpo dari sumber yang kurang terpercaya, jangan ditelan mentah mentah–,  tercatatlah DPC Sidoarjo, DPC Menganti dan DPC Sumur Welut dalam satu Rombongan via Darat dengan dua kendaraan jenis MPV dan Pickup ketjuali seorang DPC Sidoarjo dan DPC Banjarmasin berangkat via udara, sedangkan DPC Akik dan sebagian DPP serombongan via Darat dengan dua kendaraan SUV dan MPV dan sebagian peserta lainnya dari DPP via Udara.
Jalur Darat yang ditempuhpun bagi yang melalui darat juga berbeda, Rombongan DPC Menganti, Sumur Welut dan Sidoarjo menyusuri jalur Pantai Utara Bali sedangkan Rombongan DPP dan DPC Akik melalui Jalur Selatan (Den Pasar) karena harus pick-up Sang Ketum BMC di Bandara Ngurah Rai sedangkan DPC Jakarta dan Banjarmasin mereka semua via Udara, konon mereka mencarter pesawat khusus yaitu Khushushon alaa Hadrathil Musthofa ilaihil Faatiha…….. 

30 Januari 2015

GOWES COBAN SELO LAPIS WONOSALAM JOMBANG

Gobar BMC edisi kali ini adalah explore rute Coban Selo Lapis Wonosalam yang dilaksanakan pada hari Minggu 18 Januari 2015 diikuti oleh 13 peserta terdiri atas : 6 Orang dari DPP, 3 Orang dari DPC Sidoarjo, 2 Orang dari DPC Menganti, seorang dari DPC Sumur Welut yaitu Penulis sendiri dan seorang anggota baru (DPC Sidoarjo), sebenarnya rencana awal diputuskan ambil track Enduro Gravity atau Perosotan dari lereng Gunung Kukus menuju Seloringgit makanya sehari sebelumnya yaitu Sabtu 17 Januari 2015 kepala Pusat BMC (DPP) melakukan survey track dan didapatkan track prosotan menantang dikaki Gunung Kukus yang bersebelahan dengan Bukit Selo Ringgit namun karena hujan yang terus menerus sedari siang selepas survey sampai menjelang malam menyebabkan sepanjang lintasan track menjadi licin, tidak gowesable dan membahajakan peserta Gobar maka sebagai alternatif adalah Jalur Onroad dari Markas DPP hingga lokasi Coban Selo Lapis sejauh 25 Km.


05 Januari 2015

GOWES NAPAK TILAS SEJARAH : CANDI BELAHAN (SUMBER TETEK)

Gowes BMC edisi kali ini yang bertepatan dengan Libur Maulid 3 Januari 2015 adalah Napak Tilas Sejarah : Explore Candi Belahan, memang tidak ada kaitan antara Maulid Nabi Muhammad dengan Candi Belahan karena keduanya memang tidak bisa dihubung hubungkan, Nabi Muhammad terlahir di Tanah Arab sedangkan Candi Belahan ada di Tanah Jawa yang letaknya berjarak ribuan kilometer dan dengan jeda waktu lahir keduanya berjarak ratusan tahun, sehingga mustahil dihubung hubungkan namun kenapa explore Candi Belahan dilaksanakan pada Libur Maulid….?, silahkan pembaca jawab sendiri, setiap orang berhak mempunyai jawaban dan penafsiran yang berbeda satu dengan lainnya…. wkwkwkwkwkwk.




02 Januari 2015

WORO WORO : GOWES EXPLORE CANDI SUMBER TETEK

Ayooooo... Joint Sabtu, 3 Januari 2015 BMC akan mengawali tahun baru dengan Gowes Candi Tetek..... Ayo kita mandi bersama dibawah sumber air yang mengair dari tetek Dewi Laksmi sebagai lambang Keindahan & Keabadian dan Dewi Sri sebagai lambang Kesuburan.....



31 Desember 2014

GOSEL (GOWES SELASA) PELIPUR DUKA LARA

Berawal dari chating iseng Grup BMC di WA berikut ini,



Maka terlaksanalah gowes pelipur duka lara, kenapa koq disebut Gowes Pelipur Duka Lara…? barangkali itu yang menjadi tanda tanya bagi pembaca sekalian,  Ya gowes kali ini disebut gowes pelipur duka lara karena salah satu personil sedang dirundung duka lara, ga usah kita sebut siapa dan duka lara macam bagaimana karena ini menyangkut privasi yang tentu saja confidential buanghet dan jangan dibayangkan duka laranya itu sebagaimana arti duka lara yang sebenarnya, istilah ini kita pilih agar lebih menarik dan banyak mencuri perhatian pembaca budiman sahaja….  dan mudah mudahan dengan diajak gowes kali ini bisa menghilangkan atau paling tidak meringankan derita duka laranya, Amiiin….

Gowes Pelipur Lara diikuti oleh 4 peserta yang terdiri atas : 1 orang dari DPC Sumurwelut dan 3 Orang dari DPC Menganti…. Kenapa koq disebut DPC Sumurwelut, DPC Menganti dan masih ada DPC DPC lainnya…?, Kami adalah sekumpulan Bikers yang berasal dari berbagai wilayah di Jatim yang bergabung dalam club atau komunitas yang kami sebut BMC yang berpusat di Desa Bogem Kec. Diwek Kab. Jombang Jawa Timur, oleh karena anggotanya berasal dari berbagai daerah maka asal daerah daerah anggotanya tersebut menjadi Cabang dari BMC yang berpusat di Jombang, kami menamai cabang dengan istilah DPC sebagaimana cabang suatu organisasi parpol, karena visi kami kedepan organisasi BMC ini secara gentle, jujur dan ksatria kalo menjadi besar akan bermetamorfosis menjadi Parpol (kemelipin, keduwuren dan kemontjolen mimpinya….. wkwkwkwkwk), tidak seperti si Brewok owner salah satu media masa Ibu Kota yang pada awal pendirian Ormasnya mengatakan tidak akan merubah menjadi Parpol namun seiring perjalanannya dan belum genap setahun sudah merubah diri dari Ormas menjadi Parpol, (waduh… koq mblara adoh Om….), tidak ada satunya kata dengan perbuatan dan kami bertolak belakang menyelisihi dengan tindakan seperti ini.